AKSARA KAU DAN AKU, DULU DAN KINI

Meski tenggorokan mereka meragu Menukik, menajam, bahkan menoreh pada yakinmu Pada semua aksara yang hanya kau, aku yang paham Aksara yang kita rangkai pada cinta, tatihan waktu. Tak perlulah sedu sedan itu, meski waktu terasa melambat Saat hampir semua mata awas pada manusiawi kita Nanar matamu mengundang kembali aksara kita Melewati semuanya, bersamamu jauh lebih … More AKSARA KAU DAN AKU, DULU DAN KINI

PURNAMA DI GAMPONG LAMTEUNGOH

  Purnama di Gampong[1] Lamteungoh belum sempurna, bulatannya masih menyisakan cekungan. Cahayanyapun belum seterang purnama ramadhan tahun lalu. Sisa-sisa genangan air memendarkan cahaya yang ngilu, membentuk siluet-siluet barak yang dihuni lebih dari delapan puluh kepala keluarga yang tidak utuh lagi anggotanya akibat tsunami. Genangan air itu sudah memasuki minggu kedua sejak meugang[2]. Cut Putroe melintir … More PURNAMA DI GAMPONG LAMTEUNGOH

NEGERI TANAH BASAH (II)

Baiklah, kugores lagi ragam kisah Negeri tanah basah Pada embunnya yang hilang Pada lembutnya yang luntur karena ambisi Tapi senyum yang menggumpal, menahan sesak Baiklah, jika ia telah mengaduk semua kisah Negeri tanah basah Saat senjata menebar duga Melekang takut hanya ia telah bersenyawa Pada debu yang pesimis Pada prasangka menggelegakkan amarah Baiklah, mereka yang … More NEGERI TANAH BASAH (II)

NEGERI TANAH BASAH [I]

Pada lekang tanah mengembun Menawar setiap jejak cerita Bahkan kitab-kitab dunia menyeruak kisah Dulu ada tawar yang manis Lalu tanah mengembun, meyublim awan Pada dua kelopak mata yang tak kering Kembali dan berkali menuai abjad Pada sebuah eja yang belum usai Lalu kitab-kitab itu kembali menoreh Betapa berkah tanah ini Betapa embunnya mampu menghadir takjub … More NEGERI TANAH BASAH [I]

MENGGAMBAR AYAH

Ayah saya bukanlah seorang yang memiliki pengaruh besar dilingkungannya. Bukan pula ia seorang pengambil kebijakan atas urusan sosial dimana ia tinggal. Ia adalah salah satu warga biasa sebagaimana warga kebanyakan di kampung kami. Ia hanya seorang guru yang mengajar murid-murid kampung yang tak jauh dari rumah kami. Mungkin salah satu peran publik yang dimainkan oleh … More MENGGAMBAR AYAH

JEMBATAN YANG BERNAMA KENANGAN

Sesuatu yang terdekat dari kehidupan itu adalah kematian dan yang terjauh itu adalah masa lalu. Dua hal yang senantiasa mengiringi setiap detik dari kehidupan. Saat waktu itu bergerak menuju sesuatu yang semakin mendekat diperlukan sebuah ruang kesadaran yang harus senantiasa terstimulasikan. Sebab sejenak bergumul dalam kelalaian, bisa jadi pada saat itu waktu kemudian terhenti. Maka … More JEMBATAN YANG BERNAMA KENANGAN

TAMU ISTIMEWA ISTRIKU

Dalam dua hari ini, istriku sedemikian sibuk untuk kemudian mulutnya tak henti menyebut tamu yang akan datang itu. Sosok perempuan yang sudah lama dikenal istriku sejak ia gadis. Perempuan sederhana dari pelosok kampung Aceh Besar, tepatnya kecamatan Indrapuri. `AJaib,` pikirnya, tak biasanya ia memberitahu kedatangannya melalui sebuah pesan pendek. Selama ini kedatangannya benar-benar seperti angin, … More TAMU ISTIMEWA ISTRIKU