Gemintang Yang Redup

Kenangan itu masih basah di ujung pikiran Saat kau dan aku sematkan gemintang kita di langit tertinggi Lalu waktu beranjak hingga memupus beberapa jejak kita untuk sampai ke sana Bahkan anak-anak tangga kita terlepas satu satu Wajah pasi kita saling menatap Kau kata usai sudah, bahwa gemintang itu memudar Nafas mu dan nafas ku mulai … More Gemintang Yang Redup

AKSARA KAU DAN AKU, DULU DAN KINI

Meski tenggorokan mereka meragu Menukik, menajam, bahkan menoreh pada yakinmu Pada semua aksara yang hanya kau, aku yang paham Aksara yang kita rangkai pada cinta, tatihan waktu. Tak perlulah sedu sedan itu, meski waktu terasa melambat Saat hampir semua mata awas pada manusiawi kita Nanar matamu mengundang kembali aksara kita Melewati semuanya, bersamamu jauh lebih … More AKSARA KAU DAN AKU, DULU DAN KINI

NEGERI TANAH BASAH (II)

Baiklah, kugores lagi ragam kisah Negeri tanah basah Pada embunnya yang hilang Pada lembutnya yang luntur karena ambisi Tapi senyum yang menggumpal, menahan sesak Baiklah, jika ia telah mengaduk semua kisah Negeri tanah basah Saat senjata menebar duga Melekang takut hanya ia telah bersenyawa Pada debu yang pesimis Pada prasangka menggelegakkan amarah Baiklah, mereka yang … More NEGERI TANAH BASAH (II)

NEGERI TANAH BASAH [I]

Pada lekang tanah mengembun Menawar setiap jejak cerita Bahkan kitab-kitab dunia menyeruak kisah Dulu ada tawar yang manis Lalu tanah mengembun, meyublim awan Pada dua kelopak mata yang tak kering Kembali dan berkali menuai abjad Pada sebuah eja yang belum usai Lalu kitab-kitab itu kembali menoreh Betapa berkah tanah ini Betapa embunnya mampu menghadir takjub … More NEGERI TANAH BASAH [I]