Ginzan Onsen, A call from the mountain

Ginzan Onsen, Obanazawa City, is well-known as an important tourist destination. Ginzan Onsen is a town with the 500-years long history of Japan. A beautiful mountain range and surrounded by great nature has been made Ginzan Onsen as the place where the visitor wants to visit. The city functioned as silver mine which operated during Edo period has been made the visitors want to trace the ancient story of Ginzan onsen.

Ginzan Onsen was the setting place for NHK’s TV drama series ‘Oshin”. The Oshin TV drama series attracted and recognized by most ASIAN audiences in 1983. The Oshin drama series begun from Kokeshi doll. The Kokeshi doll was an important thing for Oshin to remember her mother. Oshin’s mother gave her the Kokeshi doll in Ginzan Onsen. So when I visited Ginzan Onsen, seems like a flashback when I was a child with my family, gathering in front of the television.

The other interesting that we can enjoy Ginzan onsen site is when the night falls; lamps bathe the air of town in the soft golden glows. I enjoyed the sound of water babbling from the small river, invited the music of nature and calmness through my soul. I saw visitors dressed up Kimono and walked with their traditional Japanese wooden sandals, triggered another beautiful sound. I crossed the street and smelt the fresh air. I immersed myself in natural scenery by walking and crossing the red bridge, feel like jumping to the ancient of Japan.

Another the great highlights of Ginzan Onsen is the Kote-e-art. We can see Kote-e-art clearly on the one of house’s wall in various shapes and figures which made by the skillful artisan. I looked up around and found public footbath, and let my feet in the warm water and enjoyed a leisure time while watching the nature.

We stayed in Notaya hotel which had the same oldest story like the town. The Hotel owner is the old Japanese lady who organized the hotel by herself. She is 17th generation of the Hotel owners. We experienced great hospitality from all of the Hotel staffs. She told about the short history of Ginzan Onsen and mentioned if it will be great to see another scenery of Ginzan Onsen during the winter. The snow will cover Ginzan Onsen area through two meters which made Ginzan Onsen bloom its beautiful scenery. She showed me a postcard of Ginzan Onsen blanked by snow.

***

Ini merupakan kesempatan pertama saya mengunjungi Ginzan Onsen, salah satu destinasi wisata yang sangat populer di Jepang saat musim panas. Ginzan Onsen terletak di kota Obazanawa, prefektur Yamagata dikenal sebagai daerah wisata dan pernah difungsikan sebagai daerah pertambangan perak sekitar 500 tahun yang lalu. Kota ini memiliki dikelilingi gunung-gunung yang indah dan alam yang memesona.

Ginzan Onsen juga merupakan lokasi setting seri drama Oshin yang diproduksi oleh televisi NHK yang sangat populer pada tahun 1983. Kisah drama Oshin dimulai dengan sebuah boneka Kokeshi yang merupakan benda penting bagi Oshin jika sewaktu-waktu ia merindukan ibunya. Ginzan Onsen adalah setting lokasi saat ibunya memberikan boneka Kokeshi kepadanya. Mengunjungi Ginzan Onsen seperti kembali ke masa kecil, saat saya beserta seluruh anggota keluarga berkumpul di depan televisi menyaksikan seri drama kesayangan keluarga.

Saat malam mulai tiba, lampu membasahi udara kota dengan warna keemasan yang lembut. Saya sangat menikmati suara gemericik air yang berasal dari sungai kecil yang membelah kota, menghadirkan musik alam yang mengundang ketenangan  hingga ke jiwa. Saya memmerhatikan para pengunjung yang kebanyanyak mereka memakai Kimono dengan corak yang beragam. Mereka dan berjalan-jalan di sepanjang kota dengan menggunkan sendal tradisional kayu menghasilkan bunyi yang bersahutan. Saya menyeberangi jalan, menghirup udara yang segar. Saya menenggelamkan diri dalam suasana alam yang menakjubkan sambil berjalan dan melintasi jembatan merah. Seperti terlempar pada masa silam sejarah Jepang.

Hal yang lain menjadi magnet di Ginzan Onsen adalah seni Kote-e art. Saya dengan jelas melihat karya seni yang merupakan karya yang sempurna dari seorang ahli seni di atas dinding dengan bentuk dan figur yang berbeda-beda. Saya mengamati sekeliling dan mata saya seketika tertuju pada kolam air panas yang difungsikan sebagai tempat merendam kaki. Kita dapat merasakan hangatnya air sambil menikmati keindahan alamnya.

Kami menginap di Hotel Notoya, yang memiliki usia sama tuanya dengan kota Ginzan onsen tersebut. Pemilik hotel merupakan seorang wanita Jepang. Ia sendiri yang menjalankan hotel yang merupakan warisan dari nenek moyangnya. Wanita itu adalah generasi ke 17. Saya sangat menikmati keramahan yang dihadirkan oleh semua staf hotel. Dia mengisahkan tentang sejarah singkat Ginzan Onsen dan menerangkan jika  waktu yang paling ideal untuk melihat sisi lain Ginzan Onsen adalah pada musim dingin. Salju-salju yang putih setinggi 3 meter menutupi daerah ini, yang  tentu saja menghadirkan pemandangan yang menakjubkan. Untuk membuktikan hal tersebut, ia memperlihatkan sebuah postcard Ginzan Onsen yang diselimuti salju.

Advertisements

2 thoughts on “Ginzan Onsen, A call from the mountain

    1. Gizan Onsen terkenal dengan pemandian air panasnya, tentu saja pemandiannya tertutup namun dengan view yang indah. Namun tentu akan sangat tidak nyaman bagi kita selaku muslim dalam menerapkan aturan beronsen ria hehe. Jadi pandai-pandailah mensiasatinya. Tapi ide Onsen muslim friendly sudah pernah Abang sampaikan ke pengelola dan pemerintah setempat. Sepertinya mereka consider untuk bisa memenuhi standar Onsen bagi Muslim traveler 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s