AKSARA KAU DAN AKU, DULU DAN KINI

Meski tenggorokan mereka meragu
Menukik, menajam, bahkan menoreh pada yakinmu
Pada semua aksara yang hanya kau, aku yang paham
Aksara yang kita rangkai pada cinta, tatihan waktu.

Tak perlulah sedu sedan itu, meski waktu terasa melambat
Saat hampir semua mata awas pada manusiawi kita
Nanar matamu mengundang kembali aksara kita
Melewati semuanya, bersamamu jauh lebih bernilai

Sungguh, kita tak perlu mengeluarkan belatih
Tak perlu pula pula kita memanggul laras saat semua dirampas
Ya ini harus dilalui agar aksara kita menyempurna
Menyublim bersama mendung negeri ini

Kau, aku dan aksara kita yang menggores cerita
Tentang sebuah negeri yang indah
Sebuah oase surga di tanah yang menjauh
Saatnya menyuburkan rindu pada hamparan tanah ini
Jadi, aksara kau dan aku, dulu dan kini agar bukan hanya kita yang mengerti
Bahkan sekali lagi saat masih saja tenggorokan mereka meragu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s