CERMIN ITU ADALAH ANAKKU [I]

Jika ada cerita yang tidak menghabiskan semua antusiasku, semua tentangmu, anakku. Bahkan di ujung malam pun masih ada cerita tentangmu menyambangi mimpiku. Lelahku mampu terlerai saat binarmu memancar cahaya, mereduksi semua payah, lalu kesulitan di luar sana terlerai, meskipun sesaat.

Anakku, kau mutiara hatiku, harapanku, citaku bahkan semua tugasku yang belum tunai karena batas waktu. Kau lah pewaris tahta untuk tuntaskan banyak coretan jiwa dan asaku. Maka tumbuhlah, mekarlah bersama angin, bersama air untuk kau tahu, betapa cinta adalah kunci untuk memperpendek banyak jarak. Cinta adalah senjatamu untuk sampai pada risalah agung. Karena begitulah aku diajarkan mejadikan cinta menakhluk jiwa. Dan kutahu kau jauh lebih mengerti cinta itu.

Anakku, jika terkadang kau lihat murkaku karena buncahan harapanku yang menggunung padamu selalu diakhiri ucap maaf dari tenggorokanku. Yakinlah murka itu bukan berarti benci, namun sisi lemah dari diriku yang untuk itu aku menghabiskan berliter energi agar ia menjauh.

Anakku, serpihan cermin hidupku. Ku tahu jika aku harus mengumpulkan tiap serpihan itu, agar aku bisa melihat utuh diriku dalam cermin hidupku, yaitu dirimu.

For my sons ; RAFI, NABIEL and XAVIER

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s