ADIKKU MENIKAHI BIDADARI

Beginilah caraku untuk mengekalkan kenangan dengan mereka yang pernah memenuhi cerita dari beberapa episode kisah hidupku  yang sejauh ini oleh waktu semakin berjarak. Mereka adalah orang-orang yang terbaik yang pernah kukenal.

Inilah kisah adik-adikku Fadhli, Firdaus dan Sona. Ketiganya menikah dengan bidadari pada hari yang sama. Sunguh! mereka benar-benar menikah dengan bidadari.

image
Fadhli

Fadhli, mantan ketua KAMMI Aceh, enegik dan selalu memainkan kacamata minusnya jika sedang berbicara. Ia memuntahkan asanya malam itu, sebelum hari pernikahannya di hadapanku.

“Mengapa harus ada syarat selesai kuliah baru menikah, Bang?” tanyanya sambil melahap timphan[1] yang baru saja kubawa pulang.

“Habis kamunya ingin bidadari, syarat dapat bidadari kan harus es sa tu,” kataku, ia hanya diam kemudian tersenyum.

“Kayak mau mencari pekerjaan saja,” katanya lagi sambil beranjak, aku mengangguk sampai kusadari kue timphanku tinggal dua potong. Fadhli memakannya dan iapun lenyap membawa motornya sambil berujar.

“Bang terimakasih, timphannya enak!”

Tapi kini Fadhli memang benar-benar mendapatkan bidadari.

image
T. Firdaus Nuzula

Firdaus juga, kini ia menikah dengan bidadari. Mantan presiden BEM Unsyiah ini begitu bersahaja dan rendah hati. Tawanya yang khas serta senyumnya yang mengalirkan kesejukan. Sambil tertawa miris usai pemira di kampus ia melaporkan jika fotonya di kertas suara banyak yang terpotong “sempurna”.

“Ayo, gimana enggak tampang cover boy sih!” Kataku menggoda . Seperti biasa ia hanya istighfar dan geleng-geleng kepala.

Dan pada hari sebelum pernikahannya ia pun melaporkan sebentar lagi wisuda dan mendapat gelar Sarjana Kedokteran.

“Dan, sesuai janji Ibu…” katanya dengan mata berbinar. Aku pura-pura cuek memainkan komputer

“Aku boleh menikah,” bisiknya di sisi telingaku sambil melihat kiri-kanan jika ada yang mencuri dengar pembicaraan kami.

“Amien,” kataku masih cuek. Seperti biasa ia tetap tersenyum cool sambil berlalu.

“Eh mau kemana?” Tanyaku saat ia memberi salam.

“Pulang ke Lhoknga[2] Bang, mau nyuci!” Katanya

“Semoga proposal mencari bidadarinya tembus ya,” kataku nakal, ia tersenyum.

Dan kini Teuku Firdaus Nuzula sesuai benar dengan namanya mendapatkan bidadari yang diturunkan.

image
Sona Sagita

Belum lagi adikku yang ini, Sona Sagita selalu ceria dengan mata cerdasnya. Jabatan gubernur BEM FT Unsyiah benar-benar cocok untuknya. Biasanya jika dari jauh ia melihatku, ia sudah berteriak.

“Bang Alfi, miss you!” teriaknya sambil berlari, aku hanya bisa geleng geleng kepala sambil mengingatkan.

“Sona, jaga image dong!” perintahku sok jaim. Sona cuek dan tersenyum bandel memamerkan giginya. Aku juga mengandalkan Sona untuk memperbaiki komputerku yang hang dibantai virus. Jika aku memanggilnya dengan nada tertentu, ia sudah paham jika komputerku memerlukan tangan dinginnya.

“Bang Alfi kapan kita makan-makan?” tanyanya sambil terus menginstall komputerku.

“Ntar, jika komputernya dah beres,” kataku menebak jika ia ingin aku traktir.

“Maksud Sona, Bang Alfi kapan menikah?” tanyanya tanpa nada berdosa.

“Hus, anak kecil kok bicara nikah,” kataku sok dewasa.

“Jangan sampai keduluan Sona Bang ya.” Katanya cengengesan sambil mengelap keringat. Aku memanyunkan mulut, sok imut.

Ternyata Sona memang duluan menikah, sesuai janjinya. Fadhli, Firdaus dan Sona menikah pada hari yang sama yaitu Ahad, 26 Desember 2004 dengan bidadari yang “sangat” cantik jelita. Maharnyapun adalah mahar yang terindah berupa jiwa syuhada mereka. Aku cemburu atas keelokan pasangan mereka. Benar-benar bidadari dari syurga. SUNGGUH!

[1] Sejenis kue lepat khas Aceh

[2] Salah satu kecamatan di Aceh Besar yang paling parah terkena tsunami

Catatan: Mengenang adik-adikku Yusrizal Fadhli, Teuku Firdaus Nuzula dan Sona Sagita yang syahid di jalan dakwah. Merentas nyawa pada puncak karya. 26 Desember 2004, Tsunami Aceh adalah tiket terindah perjalanan mereka menjemput bidadari .

Advertisements

18 thoughts on “ADIKKU MENIKAHI BIDADARI

  1. subhanallah…teringat juga almarhumah Deswita Tekim 2001..Bang sona dan k wita, terakhir saat rapat tgl 25 des 2004..pertemuan terakhir ku dengan mareka, para inspiratorku..alhamdulillah ALLAH benar2 menghadiahkan pasangan bidadari dan bidadara untuk mereka..

    1. Iyyaa bang.. Tu Abangku,Sona Sagita yang pernah di SMP Neg 1 Lhokseumawe.. Tapii cuma ampe kelas 1 ajaa.. N di kelas 1-1 seingat lily..pernah ambil raport alm ma mama.. Hehehe… Trus qme pindah ke Banda Aceh taon 1996 ampe skrg udah menetap di bna…

      1. iya.. di kelas 1-1.. sama dengan saya.. rumahnya di dekat mesjid baiturrahman. kalo ke sekolah pagi2 kadang2 ketemu beliau karna lewat situ..

  2. Assalammualaikum wr.wb..

    Trima kasih buat bg alfi yg udah ngangkat story ttg abangku yg amat ku cintai alm. Sona Sagita.. (?�????�????)
    Seorang Abang yg selalu kami sekeluarga rindukan..

    ??????????..Amieennnnn.

  3. Sungguh terharu Jªϑί teringat kenangan lama…..tmbh miris hati ini dngr crta tsbt…. Mari kita doakan mrka semoga slalu bahagia di sana…….dan senantiasa menanti kita di syurga….( ~ _ ~ )
    (“)(“) amin آمِّينَ
    ☆˚◦°•˚◦♥ O:) äмiëπ O:) ♥˚◦°•˚◦☆

  4. Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihi wa’fu ‘anhum wa akrim nuzulahum wa wassi’ madkhalahum wa taqabbala a’malahum waj’al al-jannata maswahum. Allahumma la tahrimna ajrahum wa la taftinna ba’dahum waghfir lana wa lahum..

    in memory : siapa yang pernah lihat vespa nya Sona Sagita? atau embel2/ kenang2an dari seluruh Indonesia (pin, dsb) yang menempel di baju hijaunya (baju almamater) Firdaus? atau Hondanya Fadhli di kantor KAMMI? inilah para QIYADAH dan JUNDI yang setia dengan Masjid (termasuk Masjid Kampus)

  5. Allahummaghfirlahum warhamhum wa ‘afihi wa’fu ‘anhum wa akrim nuzulahum wa wassi’ madkhalahum wa taqabbala a’malahum waj’al al-jannata maswahum. Allahumma la tahrimna ajrahum wa la taftinna ba’dahum waghfir lana wa lahum..

    Subhanallah.. Allah telah memberikahn kado yang terindah 🙂

  6. Selamat Jalan Para Syuhada, anda semua adalah kebanggaan kami. Tempat kalian sudah sangat jelas, sorga jannatun na’im. Pada waktunya nanti semoga kami jg ada bersama kalian disana. Amiin YRA

  7. Gak sengaja mampir, dan aku hampir nangis baca ini. Hidup memang hanya seperti satu kedipan mata saja. Ah, Sungguh beruntung bisa bekesempatan pergi dengan iman terpelihara di dalam hati. Semoga kelak akupun dapat merengkuh khusnul khotimah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s