IBU, SUMBER MATA AIR DAN AIR MATA CINTA

Saat saya mengucapkan selamat hari Ibu dari ujung hp,ada getar haru yang berusaha disembunyikan Ibu di suaranya. Ibu terdiam sejenak, mungkin karena sangat jarang ia mendengarkan ucapan selamat dari orang-orang terdekatnya, dari kami, anak-anaknya. Ucapan selamat hari Ibu menjadi kejadian luar biasa bagi Ibu dan saya tentunya.

Luar biasa bagi Ibu karena memang ini jarang-jarang ia terima. Sehingga menghasilkan getar haru disuaranya menanda ada suasana bahagia. Bagi saya luar biasa itu tentu saja karena usaha mereduksi perasaan malu, kaku dan lain-lain. Kelunya lisan saya bersumber dari budaya yang kaku. Tidak terbiasa mengungkapkan perasaan terdalam secara verbal. Lalu kesibukan melengkapi seluruh alasan itu.

kemudian saya mengingat-ingat beberapa kesempatan emas menebar ucapan terdalam kepada Ibu. Hari raya, biasanya telah menjadi jembatan ungkapan itu, meskipun bahasanya sangat sederhana -Maafkan saya ya Bu,- seakan-akan sudah mewakili tuntas semua lelah Ibu.

Untuk itu, saya mengumpulkan segenab kekuatan agar dapat meluruhkan kekakuan lisan dengan melatihnya. Berlatih di depan cermin, lalu mengumpulkan keberanian. Dan latihan saya itu membuahkan hasil, ada getar haru yang saya rasakan pada suara Ibu. Malah Ibu kemudian menjadi grogi atas ketidakbiasaan saya untuk suasana itu. Kemudian kami merasakan indah dalam percakapan selanjutnya. Seakan ada tembok yang runtuh seketika, mempermudah komunikasi kami satu sama lain.

Di situlah saya menyadari jika Ibu adalah sosok yang paling pantas untuk mendapatkan ucapan selamat, terimakasih dan ungkapan indah dari anaknya. Ia akan menjadi energi yang melimpahkan semangatnya menghadapi berbagai keterbatasan di hari tua.

Tak perlu malu untuk menghadiahkan ungkapan bersahaja untuk Ibu. Dan tak perlu pula berdalih jika menjadi anak yang baik telah mewakili semua ungkapan verbal itu. Menjadi anak yang baik dan sholeh itu sudah pasti, namun berusaha untuk memekarkan cinta pada hubungan Ibu dan anak melalui ungkapan verbal menjadi nilai lebih.

Ungkapanlah cinta pada Ibu, terlebih di hari spesial. Maka jembatan kasih itu semakin memendek untuk terwujudnya pemahaman. Karena dialah Ibu, sumber mata air dan air mata cinta yang tak pernah kering untuk segala kebaikan, bagi kita anaknya. Trust me, its work! Selamat hari Ibu. (***) 22122011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s